Minggu, 22 Juni 2014

Pengurus PPI Cabang Asahan Dikukuhkan



KISARAN|SUMUT24
Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Cabang Asahan periode 2014-2019 resmi dikukuhkan. Proses pelantikan yang dilaksanakan di Hotel Bintang, Jalan Imam Bonjol Kisaran, Sabtu (21/6/2014) berjalan dengan lancar.

Ketua Cabang PPI Asahan, Wahyuadi secara langsung dikukuhkan oleh Ketua DPD PPI Sumut Muazul SH.M.Hum dengan pembacaan surat keputusan oleh pengurus PPI Pusat Ma’mun Murod dan penyerahan bendera petaka oleh Ian Zulfikar dari pengurs PPI Pusat.

Sebelumnya, Ketua PPI Sumut Muazul dalam sambutannya mengapresiasi semangat, langkah yang dilakukan oleh PPI Asahan, salah satunya dengan membangun rumah diskusi.

“Setelah PPI Kota Medan, pentikan PPI di cabang Asahan adalah pelantikan yang kedua di Sumut, dengan kemandiriannya meski belum dilantik, PPI Asahan telah menunjukkan semangat pergerakannya dengan mendirikan rumah diskusi, “ katanya.

Ketua PPI Cabang Asahan Wahyuadi dalam sambutannya mengatakan, kepengurusan PPI Asahan ini  terdiri dari berbagai latar belakang organisasi pergerakan yang ada di Asahan, kolaborasi pelaku pergerakan ini kami wadahi dalam satu rumah diskusi yang didirikan PPI Asahan untuk bersama saling bersinergi dan menjadi satu kekuatan dalam wadah PPI, memberikan kontribusi pemikiran kedepan membangun Asahan untuk Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama pengurus Nasioal PPI Dr. Barita Simanjuntak, menerangkan Kehadiran Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) sebagai organisasi masyarakat yang fokus untuk memajukan bangsa di bidang politik, ekonomi dan sosial menunjukkan semakin tingginya tingkat kepedulian masyarakat, khususnya kaum pemuda sebagai generasi penerus bangsa untuk memajukan Indonesia.

Apalagi  tantangan dan persoalan masyarakat saat ini semakin komplek seperti mengantisipasi terjadinya erosi nasionalisme dan patriotism, lapangan kerja yang terbatas, pendidikan serta kemandirian.

“Untuk itulah kepada pengurus PPI Asahan yang baru saja dilantik, diharapkan dapat memberikan warna baru dalam bingkai organisasi kemasyarakatan baik di lingkungan pemkab Asahan, terutama dalam memberikan pendidikan politik, ekonomi dan sosial bagi masyarakat,”tambahnya.

Acara deklarasi sekaligus pelantikan PPI Cab Asahan ini ditutup dengan orasi Ilmiah pemanfaatan potensi sumber daya alam oleh Dr. Dharma Bhakti, M.Si. (bens/Her)

Edisi 647 Tahun III| Senin, 23 Juni 2014

Jelang Penerimaan Rapor, SDN 010086 Adakan Pentas Kreasi Siswa



KISARAN|SUMUT24

Dalam rangka mengisi kekosongan menunggu pembagian rapor siswa semester genap, SDN 010086  yang terletak di Kelurahan Selawan, Kecamatan Kota Kisaran Timur, mengadakan pentas kreasi seni Kreasi siswa sebagai sarana kegiataan untuk mewujudkan pendidikan, Sabtu (21/6).

Adapun jenis kegiatan yang lombakan diantaranya, Lomba Cerdas Cermat (LCC), tari, lukis, pantonim, fashion show, puisi, dan pidato bahasa Inggris yang diikuti oleh semua siswa SDN 010086.

Kepsek SDN 010086, Drs Umar Said saat ditemui di sela-sela acara, kepada SUMUT24 menjelaskan, kegiatan pensi ini selain mengasah bakat seni dan kreatifitas siswa dalam kegiatan ekstrakuriluler sekolah,  juga menyahuti kurikulum 2013.

“Sekolah melihat potensi dan bakat para siswa dan kita menyahuti itu. Kegiatan ini adalah inisiatif dari sekolah, mengisi kekosongan belajar jelang penerimaan rapor, dari rangkaian kegiatan tersebut akan dinilai dan pemenang lomba akan diumumkan ketika penerimaan rapor,” jelasnya.

Ditambahkannya, kegiatan ekskul ini bermanfaat bagi siswa untuk bebas menunjukkan minat dan bakatnya dibidang yang mereka kuasai, selain kurikulum pelajaran yang diajarkan disekolah. Jadi diharapkan para siswa tidak menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru disekolah.

Sebelumnya, SDN 010086 Kelurahan Selawan dengan jumlah siswa 410 orang ini, pernah menorehkan satu prestasi yang mana siswa kelas V atas nama Fadillah Fahreja mewakili Sumut dalam Internasional Mate-Matatic Sains Olimpiade di Jakarta pada bulan April lalu. 

Pantauan SUMUT24, kegiatan kreatifitas siswa yang dilaksanakan dalam rangka menutup semester genap ini mendapatkan antusias luar biasa dari pada siswa dan orang tua yang turut serta hadir melihat penampilan anaknya. (bens/Her)

Edisi 647 Tahun III| Senin, 23 Juni 2014


Etika Berlalu Lintas Masyarakat Masih Rendah



KISARAN|SUMUT24
Etika tertib berlalu lintas pengendara sepeda motor di Asahan masih rendah. Untuk melakukan penertiban, polisi harus konsisten menegakkan hukum. Rendahnya etika berkendara ini terjadi akibat saling serobot, tidak peduli keselamatan bersama serta mengabaikan rambu-rambu lalulintas.

Kepala Unit (Kanit) SIM Satlantas Polres Asahan Bripka Toni Hasibuan menjelaskan, tingkat disiplin masyarakat yang rendah bisa diketahui dari perilaku di jalan raya. Masih banyaknya masyarakat yang hanya patuh pada rambu jika ada petugas yang mengawasi.

“Kedisiplinan berlalu lintas suatu kelompok masyarakat, bisa mencerminkan kepribadian masyarakatnya, dan penyebab kecelakaan di Asahan secara umum perilaku pengendara sepeda motor masih rendah karena tidak disiplin berlalu lintas,” ujarnya saat ditemui SUMUT24 diruang kerjanya, Jumat kemarin.

Brigadir Kepala Polisi yang mengantongi sertifikasi penguji SIM ini menambahkan, saat ini pengguna jalan sudah masuk dalam kategori ironis. Banyak orang dengan gampang dan tidak punya rasa malu melanggar peraturan. Lebih menyedihkan lagi, menerobos lampu merah, tidak pakai helm yang tentunya berbahaya bagi keselamatan pribadi dan orang lain.

“Kecenderungan orang berkendara adalah untuk cepat sampai tujuan. Jika mereka melihat ada celah-celah untuk cepat meski melanggar, mereka akan melakukannya,” tandasnya.

Menurut dia, memang ada beberapa orang yang memiliki kecenderungan untuk melanggar dan memberontak terhadap peraturan yang berlaku, seperti enggan menggunakan peralatan keselamatan.

 ”Kadang-kadang kami (Polisi) seperti hantu yang ditakuti di jalanan. Ditakuti dan tertib kalau ada polisi. Kalau tidak ada, pelanggaran kembali terjadi. Paling ironis, bangga kalau ditilang atau melanggar saat ada polisi. Hal-hal seperti ini menjadi tanggung jawab bersama untuk dibenahi,” pungkasnya. (bens/Her)

Edisi 647 Tahun III| Senin, 23 Juni 2014

Di Asahan, 2.612 Rumah Tidak Layak Huni Akan Direhabilitasi




KISARAN|SUMUT24
Pemkab Asahan mencanangkan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni tahun 2014.  Rehabilitasi 2.612 rumah tersebut, pembiayaannya antara lain sebesar Rp 5 juta per rumah yang bersumber dari APBD Asahan, serta Rp 7,5 juta per rumah yang bersumber dari Kemenpera RI.

“Harapan kita ribuan rumah tersebut dapat kita selesaikan dengan baik pada tahun ini, agar masyarakat mendapatkan hak kenyamanan bertempat tinggal,“ kata Bupati Asahan Drs H Taufan Gama Simatupang MAP saat melakukan pencanangan program tersebut di Desa Mekar Tanjung, Kecamatan Teluk Dalam, akhir pekan kemarin.

Menurut Bupati, program rehabilitasi rumah tidak layak huni ini bertujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat keluarga yang rumahnya dibedah, kemudian untuk meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan permukiman serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam melaksanakan peran dan fungsi keluarga untuk memberikan perlindungan, bimbingan dan pendidikan.

“Ini adalah merupakan wujud kepedulian Pemkab Asahan kepada masyarakat dalam gerakan pengetasan kemiskinan secara terpadu. Harapan saya Kepada Pokmas pelaksana rehabilitasi rumah tidak layak huni ini dapat bekerja secara maksimal dan melaksanakan amanah yang telah dipercayakan untuk membantu program tersebut,” harapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan pada tahun 2013 telah berhasil merehab 2.968 rumah. Biaya program ini bersumber dari APBD Asahan sebnayak 2.000 rumah, bantuan perumahan rakyat sebanyak 435 rumah, bantuan Dinas Tarukim Provinsi Sumatera Utara sebanyak 341 rumah dan bantuan dana keuangan Desa sebanyak 192 rumah. (Her)

Edisi 647 Tahun III| Senin, 23 Juni 2014